Senin, 14 November 2016

Sejarah yang sesungguhnya




   banyak sejarah yang menulis tentang kepemimpinan sayyidah aisyah dalam perang jamal. dan ada argumen yang mengatakan bahwa sayyidah aisyah memimpin para laki-laki dalam perang jamal. Sebenarnya argumen tersebut salah.
   Kembali kesejarah mengapa terjadi perang jamal. Asal mulanya dari kematian khalifa ustman bin affan dan khalifa diganti ali bin abi thallib.
   kematian khalifa ustman menimbulkan beberapa pertanyaan. Salah satunya siapakah yang membunuh khalifa ustman?. Darisinilah timbul masalah yang mengakibatkan umat muslim saling berperang. sebab musababnya adalah adanya pihak yang mengadu domba antara bani ummayyah dengan khalifa ali bin abi thallib. pihak tersebut mengadu domba dengan mengatakan kepada bani ummya seperti ini. "mengapa kamu diam sedangkan keluargamu (khalifa ustman) mati karna dibunuh, dan yang tahu hanya ali? karna bangsa arab begitu fanatik terhadap sanak family. maka bani ummayyah mendesak agar khalifa ali mencari dan menghukum yang membunuh khalifa ustman.
dari sinilah timbul persetruan antara dua kubu yaitu bani ummayyah dengan kubu khalifa ali bin abi thallib sampai-sampai dua kubu ini mau berperang.
   Sehingga persetruan tersebut terdengar oleh sayidah aisyah(istri nabi) maka sayidah aisyah pergi dengan beberapa pengikutnya untuk mendamaikan kedua kubu tersebut.
 setelah tiba di perairan bani amir pada waktu malam hari,terdengar suara gongongan ajing. Sayyidah aisyah bertanya?, perairan apakah ini,pengikutnya menjawab, perairan hau'ab,lalu beliau berkata Sepertinya Aku Harus Kembali. Sebagian Orang Yang Bersama Beliau Menjawab, Tidak, Sebagian Engkau Terus Datang Saja Kesana, Sehingga Jika Kaum Muslimin Melihatmu, Barang Kali Alloh Mendamaikan Sesama Mereka. Lalu Beliau Berkata: “Rosululloh Saw Pernah Berkata Pada Kami, Siapa Diantara Kalian Yang Akan Mendengar Gonggongan Anjing-Anjing di Hau’ab maka kembalilah. Tapi sayyidah aisyah tidak kembali melainkan melanjutkan perjalanan tersebut.
    tapi apa yang terjadi keinginan siti aisyah yang ingin mendamaikan kubu tersebut malah disambut dengan peperangan.karna ada musuh dalam selimut yang menginformasikan terhadap kubu ali bahwa kedatangan siti aisyah ingin membunuh ali.bukan untuk mendamaikan dua kubu tersebut.
   dengan ditrimanya informasi tersebut maka  kubu ali bersiap siap untuk berperang melawan sayyidah aisyah. Terjadilah perang yang disebut dengan perang jamal.



dalam terjemahan kitab disebut sebagai berikut:
Sepanjang Pengetahuan Kami Pernyataan Ini Tidak Benar, Sebab Sayyidah Aisyah Pergi Bukan Untuk Memimpin Tentara Laki-Laki Untuk Perang Dalam Perang Jamal, Sebagaimana Yang Tertulis Dalam kitab Tersebut. Sayyidah Aisyah Pergi Kesana Bertujuan Mendamainkan Manusia.
Dalam Sebuah Hadits Disebutkan:
  حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا يحيى عن إسماعيل ثنا قيس قال : لما أقبلت عائشة بلغت مياه بني عامر ليلا نبحت الكلاب قالت أي ماء هذا قالوا ماء الحوأب قالت ما أظنني الا أني راجعة فقال بعض من كان معها بل تقدمين فيراك المسلمون فيصلح الله عز و جل ذات بينهم قالت ان رسول الله صلى الله عليه و سلم قال لها ذات يوم كيف بأحداكن تنبح عليها كلاب الحوأب
Qois Berkata: Ketika Sayyidah Aisayah Tiba Di Perairan Bani Amir Pada Waktu Malam Hari, Maka Anjing-Anjing Menggonggong, Ia Bertanya, Perairan Apa Ini? Mereka Menjawab, Perairan Hau’ab. Lalu Beliau Berkata, Sepertinya Aku Harus Kembali. Sebagian Orang Yang Bersama Beliau Menjawab, Tidak, Sebagian Engkau Terus Datang Saja Kesana, Sehingga Jika Kaum Muslimin Melihatmu, Barang Kali Alloh Mendamaikan Sesama Mereka. Lalu Beliau Berkata: “Rosululloh Saw Pernah Berkata Pada Kami, Siapa Diantara Kalian Yang Akan Mendengar Gonggongan Anjing-Anjing di Hau’ab

Dalam Riwayat Lain Disebutkan:
  حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا محمد بن جعفر قال ثنا شعبة عن إسماعيل بن أبي خالد عن قيس بن أبي حازم أن عائشة قالت لما أتت على الحوأب سمعت نباح الكلاب فقالت ما أظنني إلا راجعة أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال لنا : أيتكن تنبح عليها كلاب الحوأب فقال لها الزبير ترجعين عسى الله عز و جل أن يصلح بك بين الناس
Dari Qois bin Abi Hazim, Sayyidah Aisyah Berkata: “Ketika Ia Tiba Diperairan Hau’ab, Ia Mendengar Anjing-Anjing Menggonggong Lalu Ia Berkata, “Sepertinya Aku Harus Kembali”. Karna Rosulluloh saw Berkata Pada Kami, “Siapa Diantara Kalian Yang Akan Digonggongi Anjing-Anjing Hau’ab? Lalu al-Zubair Berkata Engkau Akan Kembali? Barang Kali Alloh Akan Mendamaikan Manusia Sebab Kamu.

Dalam Hadits Ini Rosululloh Telah Mengabarkan Kepadanya Bahwa Anjing-Anjing Di Hau’ab –Sebuah Perairan Di Iraq- Akan Menggonggong Kepadanya. Dan Ini Benar-Benar Terjadi, Sehingga Beliau Teringat dan Bermaksud Untuk Kembali Dari Tempat Itu, Andaikan Tidak Ada Perkataan Sebagain Anggota Pasukan Kepadanya: “Kaum Muslimin Akan Melihatmu, Barangkali Alloh Mendamaikan Antar Manusia Sebab Kamu”, Niscaya Beliau Tidak Akan Melanjutkan Perjalannya. Jadi Tujuan Kepergian Sayyidah Aisyah Adalah Mendamaikan Manusia, Bukan Untuk Memimpin Peranga Jamal, Akan Tetapi Orang-Orang Yang Bersamanya Tidak Dapat Menghindari Diri Dari Peperangan.
Dalam Literatur Sejarah Disebutkan Bahwa Tatkala Sayyidina Ali Memperoleh Kemenangan, Ia Mendatangi Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah dan Berkata: “Semoga Alloh Mengampunimu”, Sayyidah Aisyah Menjawab. “Kamu Juga, Aku Hanya Bermaksud Mendamaikan”.
Dari Penjelasan-Penj
elasan Diatas Dapat Disimpulkan Bahwa Sayyidah Aisyah Dalam Perang Jamal Tidak Untuk Memimpin Tentara Laki-Laki Sebagaimana Yang Tertulis Dalam kitab tersebut, Melainkan Bertujuan Mendamaikan.
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar